Latest News

Materai Palsu Dibuat di Percetakan Kawasan Senen

offset jogja, percetakan jogja, percetakan murah

Percetakan Jogja  |  Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap peredaran materai 6.000 palsu, Oktober 2015 lalu.

Materai-materai palsu itu ternyata dicetak di sebuah percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Polisi sudah menjadikan 1 orang tersangka, yakni RR (29) sebagai pembuat. Sedangkan otak dan pengedarnya, yakni RO masih buron.

Tak diketahui pasti sejak kapan materai palsu beredar. Sebab tersangka cenderung tak jujur memberikan keterangan ke penyidik. Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto, mengatakan, materai palsu itu diproduksi di sebuah tempat percetakan di Jalan Kalibaru Barat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Tersangka RR, kata Agung, bekerja di percetakan itu. Dia mengoperasikan mesin offset buatan tahun 1980 yang biasanya dipakai buat mencetak kartu-kartu nama dan undangan.

RR Kemudian mendapat pesanan dari RO (tersangka buron) untuk mencetak materai. Terakhir RO memesan 10.000 materai palsu dan membayar RR sebesar Rp 7 Juta. Dan seluruh alat membuat materai, mulai dari kertas, tinta, serta lempengan untuk mencetaknya diberikan oleh RO. RR hanya tinggal mencetaknya saja dengan mesin offset.

"Jadi RR ini pegawai. Kalau pemilik percetakannya tak tahu kalau RR dapat pesanan bikin materai," kata Agung kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (4/11).

Pihaknya, kata Agung, sepanjang bulan Oktober kemarin berusaha memburu otak pelaku pemalsuan ini, yakni RO. Sudah dicek ke rumahnya, tetapi orangnya ternyata tak pernah disitu. Setelah itu polisi tak menemukan jejaknya lagi.

Makanya polisi belum tahu kemana saja materai palsu itu beredar dan sudah sejak tahun berapa. Sebab RR bicara tak jujur dan hanya mengakui baru menerima 1 kali pesanan. Serta RR tak tahu kemana saja materai itu dijual.

Agung menjelaskan, pihaknya sudah bertanya ke ahli Peruri bahwa materai buatan RR berbeda jauh dengan buatan Peruri. Namun, orang awam akan sulit membedakannya.

Salah satu perbedaan terbesar adalah di angka 6 di materai itu tak terlihat jelas di materai palsu buatan RR. Serta warna materai yang tak berubah saat dilihat dengan posisi 30 derajat dan 90 derajat.

"Harusnya kalau materai asli dilihat dari posisi 30 derajat berwarna hijau, kemudian dilihat dari posisi 90 derajat akan berubah jadi warna magenta. Kalau ini tidak," kata Agung.

Pelaku pencetakan, yakni RR, terancam pasal 253 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Dan negara dirugikan Rp 3 milliar akibat kelakuan RR.  |  Percetakan Murah

sumber : wartakota.tribunnews.com